Langsung ke konten utama

Belajar Perkalian



Belajar Perkalian


Kakak Ts yang sudah duduk di Kelas 4 ini sudah mulai menghafal perkalian secara intensif. Sebenarnya perkalian sudah dikenalkan sejak Kakak kelas 3, namun waktu itu belum intensif dalam menghafal. Hanya beberapa saja yang dihafalnya. Kalau dari sekolah Kakak memang tidak memaksa untuk menghafal. Namun pelajaran matematika di sekolah saat ini sudah sampai materi KPK (kelipatan persekutuan terkecil) dan FPB (faktor persekutuan terbesar). Keduanya memerlukan pengetahuan tentang perkalian dan pembagian. Oleh karena itu Kakak harus memiliki dasar pengetahuan tentang perkalian.

Bagi kakak menghafal perkalian tidak mengasyikkan dibandingkan menghafal Al Qur’an. Saya mengatakan bahwa keduanya baik dan penting. Menghafal Al Quran penting karena sebagai bekal kita di dunia dan akhirat. Menghafal perkalian pun penting sebagai bekal di dunia. Saya mengatakan bahwa perkalian akan kita gunakan terus sepanjang hidup.  Contohnya saat berbelanja barang kebutuhan atau saat menghitung luas ruangan, kita memerlukan pengetahuan perkalian. Dengan penjelasan tersebut, nampaknya Kakak sedikit banyak mengerti kenapa dia harus memahami perkalian.

Beberapa strategi saya lakukan yaitu pertama saya membeli poster perkalian dan menempelkannya di dinding dekat tempat tidur. Harapan saya saat akan tidur Kakak bisa melihatnya dan menghafalnya. Strategi kedua saya kadang menanyakan perkalian saat dia sedang bermain. Jadi belajar sambil bermain. Strategi ketiga yang saya lakukan adalah mencari cara menghafal perkalian menggunakan tangan melalui google. Kenapa saya memilih metode ini? Karena tangan tidak akan disita saat ujian, berbeda jika kita menggunakan kertas. Saya melihat video Cara mudah perkalian 1 sampai 10 menggunakan jari tangan di https://www.youtube.com/watch?v=KZsECZFFB4U sangat membantu. Semoga dengan dimulai dengan menghafal menggunakan tangan bisa membantu Kakak dalam menghafal perkalian sehingga suatu saat bisa hafal di luar kepala. Pesan yang saya ingat dari guru Kakak di sekolah bahwa orang tua harus bersabar dalam mendampingi anak belajar. “Sabar saja Bu, sedikit demi sedikit lama kelamaan bisa Bu” begitu pesan Bu guru kepada saya. Baiklah bu terima kasih pesannya.  

#Day6
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#IloveMath
#MathAroundUs

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Awan dan Perjalanan

Awan dan Perjalanan Perjalanan selalu menyenangkan bagi keluarga kami. Dulu sewaktu orangtua saya atau simbah kakak Ts tinggal berpuluh kilo meter dari rumah kami, kami ada agenda rutin mudik. Sekarang saat simbah tinggal bersama kami, agenda perjalanan tetap ada. Agenda silaturahmi diantaranya. Saat perjalanan merupakan family time terlama bagi kami. Dalam perjalanan kami bisa berbagi cerita dan tertawa. Begitu juga saat perjalanan kemarin, saya tertarik untuk melihat langit dan mengamati awan. Pagi hari yang cerah saat itu pemandangan langit sangat indah berwarna biru dengan dihiasi gumpalan awan putih yang terlihat lembut seperti kapas. Kami pun saling mengamati langit. Dari cerita awan tersebut, kakak ingat pelajarannya di sekolah. Kakak bercerita bahwa awalnya hanya ada satu awan kecil, lalu awan-awan kecil itu bergabung menjadi satu dan menggumpal menjadi awan besar. Saat awan besar sudah penuh dan berat terjadilah hujan yang turun ke bumi. Hmm...ternyata ...

Membuat Poster Marhaban Ya Ramadhan

Membuat Poster Marhaban Ya Ramadhan   Kali ini saya menceritakan family project kami yang sudah lalu di ramadhan tahun ini. Proyek ini juga merupakan tugas bersama orangtua dan anak dari sekolah Kakak Ts. Proyeknya adalah membuat poster dalam rangka menyambut bulan ramadhan. Dengan memanfaatkan kertas yang ada di rumah, kami membuat poster tersebut. Tugas membuat poster dari sekolah sudah dimulai sejak 2 tahun yang lalu. Dulu saat dia umur 7 Tahun hampir semuanya saya yang mengerjakan tugas membuat poster. Kakak Ts hanya membantu menempel kertas. Selain baru belajar, tugas membuat poster itu juga merupakan proyek bersama orang tua dan anak. Sekarang saat dia berumur 9 tahun sudah cukup mendiri dalam membuat poster ramadhan-nya. Hampir semua dia lakukan sendiri mulai dari mencari kertas warna-warni, membuat tulisan dan gambar, dan menempelkannya pada kertas poster. Saya hanya membantu sedikit dengan memberikan finishing touch agar hasilnya terlihat lebih baik. ...