Langsung ke konten utama

Postingan

Ini Makananku

Ini Makananku Halo jumpa lagi dengan saya sebagai ulat yang lapar mencari makanan. Setelah melewati masa telur, inilah saatnya mencari makanan di hutan pengetahuan. Banyak yang menarik, tapi aku tidak tertarik karena aku si ulat kecil sedang fokus menjalani program 3A : asah, asih, asuh. Asah : dengan melakukan anger management dan self healing therapy. Berbekal dua makanan ini diharapkan aku bisa selesai dengan urusanku sendiri di masa lalu dan akan datang. Aku berdamai dengan diriku sendiri dan bahagia. Setelah mengasah diri, aku melakukan asih dan asuh terhadap keluargaku. Makanan yang aku butuhkan adalah Fitrah based education, enlightening parenting, dan talents mapping.  Aku berharap dengan 3 makanan tersebut aku bisa mendampingi anak-anak menemukan visi hidup mereka dan menjadi manusia yang bermanfaat bahagia dunia akhirat. Oya dibawah ini adalah diagram ini makananku. Selain itu aku punya potluck yang aku sukai dan tekuni akhir-akhir ini yaitu : bel...

Jurnal ulat minggu pertama : ini makananku

Ini Makananku Memasuki minggu pertama di fase ulat merupakan hal yang luar biasa bagi saya karena di tengah kesibukan dan dinamika hidup masih bisa mengerjakan tugas. Untuk fase makananku saya sudah mengisi 2 panduan yang dibagikan di kelas sebagai berikut : Nah, kedua panduan tersebut akan membantu saya memasuki hutan ilmu pengetahuan. #janganlupabahagia #jurnalminggu1 #materi1 #kelasulat #bundacekatan #buncekbatch1 #buncekiip #institutibuprofesional

Peta Belajarku di Tahun 2020

Peta Belajarku Alhamdulilah sudah memasuki minggu ke-4 kelas Buncek sudah terlewati. Senang sekali akhirnya bisa melakukan survey menemukan diri sendiri. Mulai dari apa yang ingin dipelajari dan akhirnya bisa memilih prioritas apa yang ingin dipelajari 5 bulan ini. #janganlupabahagia #jurnalminggu4 #materi4 #kelastelur #bundacekatan #buncekbatch1 #institutibuprofesional
Telur Oranye : Ilmu pendukung Ketrampilan di Telur Merah Yeay…memasuki minggu ketiga di kelas Buncek ini membuat saya lebih memahami diri saya sendiri. Terima kasih Bu Septi atas dongengnya yang selalu saya nantikan dan dengarkan dengan antusias. Beberapa kesenangan saya di telur hijau ternyata tidak selalu berjalan mulus karena ada beberapa hal pengganggu yang saya alami. Hambatan dari diri sendiri karena belum bisa mengelola emosi dengan baik dan mengatur waktu dengan efisien dan efektif menyebabkan saya sering kewalahan, kelelahan, rumah berantakan, dan protes dari suami dan anak karena saya terlalu sibuk berkegiatan di luar. Alhamdulilah dengan mengikuti bunda cekatan ini saya bisa introspeksi diri. Ternyata yang harus saya pelajari adalah diri saya sendiri dulu, apa yang membuat saya bahagia, dan baru saya bisa menyebarkan kebahagiaan kepada orang di sekitar saya (suami, anak, orangtua, lingkungan). Selama ini saya belajar untuk mendukung peran saya...
Temukan Keterampilan Pendukung Kegiatan “yang gue banget” Alhamdulillah saat ini bisa memasuki minggu kedua di tahap Bunda Cekatan. Minggu lalu lumayan deg-degan juga karena saya mengerjakan tugas di akhir waktu. Wuih…sangat mendebarkan. Selesai submit pukul 23.15. Betul-betul in the last minute :). Keesokan harinya beberapa nama terdepak dari WAG kelas dan FB grup. Wah, benar-benar butuh komitmen lebih untuk tetap berada di kelas ini. Saya pun bertekad mengikuti perkuliahan dengan sungguh-sungguh. Meskipun tidak bisa mengikuti live kelasnya, saya memutar video rekaman Mas Pandu dan Bu Septi keesokan harinya. Masya Allah, luar biasa, ilmu yang dibagikan kedua narasumber ini. Mas Pandu bercerita tentang metakognisi yaitu belajar bagaimana caranya belajar dan Bu Septi memberikan banyak insight saat diskusi. Game saat ini adalah menemukan ketrampilan pendukung kegiatan yang “gue banget”. Apa itu kegiatan “yang gue banget”? Menurut Bu Septi kegiatan “yang gu...

Ecological Footprint

Ecological Footprint Kelas belajar zerowaste memang luar biasa. Ada banyak ilmu yang bisa saya dapatkan di dalamnya. Ilmu tersebut lalu diikat dalam bentuk tulisan dan praktek. Hmmm...luar biasa ya bagi ibu biasa seperti saya. Kali ini saya tahu tentang ecological footprint. Ternyata jejak ekologi kita bisa berdampak bagi lingkungan. Bicara tentang ecological footprint tentu tidak bicara jauh dari energy waste atau pemborosan energi. Beberapa hal yang biasa saya lakukan di keluarga dalam menghemat energi adalah sebagai berikut: -           Mematikan lampu, televisi saat tidak dipakai -           Menggunakan air secukupnya -           Menggunakan gelas yang sama dan berpenutup dalam satu hari Segitu dulu ya...besok sambung lagi (to be continued) #belajarzerowaste

Melatih Kebiasaan Baru Belajar Zerowaste

Melatih Kebiasaan Baru Belajar Zerowaste Mengubah kebiasaan memang bukan hal yang mudah ya. Apalagi bila sudah bertahun-tahun. Namun ternyata bisa juga lho kalau sudah ada niat yang kokoh dari dalam. Seperti saat belajar zerowaste ini. Hal yang masih sulit bagi saya adalah konsisten membawa tas sendiri saat pergi. Bagi ibu bekerja di luar rumah seperti saya biasanya saat ke luar rumah saya sekalian berbelanja. Namun sayang saya kadang lupa tidak membawa tas tambahan. Alhasil saya pun menyimpan belanjaan saya di dalam tas rangsel. Namun saya berupaya untuk tetap belajar zerowaste. Beberapa kebiasaan yang mulai saya upayakan dillakukan rutin adalah mencuci menggunakan lerak untuk mencuci baju dan piring, menyisihkan kulit jeruk untuk dibuat natural cleanser, dan menyisihkan sampah plastik. Untuk resep natural cleanser saya bahas nanti di tulisan berikutnya ya. #belajarzerowaste