Langsung ke konten utama

 Apa itu Barakah

Amie Lia dan Yai Ghufron Bkl, 2015


Barokah adalah kata yang diinginkan oleh hampir semua hamba yang beriman, karenanya orang akan mendapat limpahan kebaikan dalam hidup maupun akhirat.


Barokah bukanlah cukup dan mencukupi saja, tapi barokah ialah  ketaatan kita kepada Allah dengan segala keadaan yang ada, baik berlimpah atau sebaliknya.


Barokah itu: 

"albarbbokatu tuziidukum fi thoah" 

barokah menambah taatmu kepada Allah.


Hidup yang barokah bukan hanya sehat, tapi kadang sakit itu justru barokah sebagaimana Nabi Ayyub alaihissalam, sakitnya menambah taatnya kepada Allah.


Barokah itu tak selalu panjang umur, ada yang umurnya pendek tapi dahsyat taatnya layaknya Musab ibn Umair.


Tanah yang barokah itu bukan karena subur dan panoramanya indah, karena tanah yang tandus seperti Makkah punya keutamaan di hadapan Allah tiada yang menandingi.


Makanan barokah itu bukan yang komposisi gizinya lengkap, tapi makanan itu mampu mendorong penimatnya menjadi lebih taat setelah makan.


Ilmu yang barokah itu bukan yang banyak riwayat dan catatan kakinya, tapi yang barokah ialah yang mampu menjadikan seorang meneteskan keringat-darahnya dalam beramal-berjuang untuk agama Allah.


Penghasilan barokah juga bukan gaji yang besar dan bertambah, tapi sejauh mana ia bisa jadi jalan rizki bagi yang lainnya dan semakin banyak orang yang terbantu dengan penghasilan tersebut.


Anak-anak yang barokah bukanlah saat kecil mereka lucu atau setelah dewasa mereka sukses bergelar, mempunyai pekerjaan, jabatan hebat, tapi anak yang barokah ialah yang senantiasa taat kepada Rabb-Nya. Kelak di antara mereka ada yang lebih saleh dan tak henti-hentinya mendoakan kedua orang tuanya.


Semoga segala aktivitas kita hari ini penuh keberkahan.


Sumber : Komunitas Keluarga Muslim

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ikat Hati Anak dengan Mendengarkan Ceritanya

Ikat Hati Anak dengan Mendengarkan Ceritanya “ Listen earnestly to anything your children want to tell you, no matter what. If you don’t   listen eagerly to the little stuff when they are little, they won’t tell you the big stuff when they are big, because to them all of it has always been big stuff ” ( Catharine M. Wallace) Dengarkanlah semua cerita anak-anakmu ketika mereka masih kecil, meskipun hanya cerita hal remeh. Jika anda tidak mau mendengarkan hal itu ketika mereka masih kecil, mereka tidak akan menceritakan hal besar ketika mereka dewasa. Karena bagi anak-anak semua hal itu adalah hal besar. Kutipan di atas saya dapatkan saat saya mengikuti kelas online di sebuah komunitas bagi ibu pembelajar. Kebetulan pembahasan kelas saat itu adalah cara komunikasi produktif baik dengan pasangan maupun dengan anak. Kebanyakan peserta kelas online yang seluruhnya ibu-ibu seperti diingatkan kembali untuk belajar lagi cara berkomunikasi dengan anak. Cara berkomu...

Titip Jual di Kantin Sekolah

Titip Jual di Kantin Sekolah Cerdas finansial merupakan salah satu hal yang ditanamkan dalam game level 8 ini. Menjadi cerdas finansial juga menjadi sarana persiapan kakak menuju mandiri secara finansial. Game ini sebagai sarana persiapan akil baligh kakak. Sebut saja saja sebagai program Road to 12 years old. Diantara program tersebut adalah menitipkan makanan di kantin sekolah dengan sistem titip jual. Makanan yang bisa dititipkan haruslah makanan sehat tanpa tambahan msg, pemanis buatan, dan pengawet. Setalah berdiskusi dengan kakak, makanan favorit adalah semua jenis es. Kata kakak walaupun musim hujan, anak-anak selalu menyukai es dan susu. Harga pun maksimal 2000 rupiah. Kami pun mulai mencari es apa yang mudah dibuat dan harganya terjangkau. Ada beberapa pilihan diantaranya es buah, jus, maupun es krim. Rencana sebelum menitipkan dikantin sekolah, kami akan membuat dulu di rumah. Tunggu cerita kami selanjutnya ya di game cerdas finansial. #KuliahBunsayIIP #T...

Melatih Kebiasaan Baru Belajar Zerowaste

Melatih Kebiasaan Baru Belajar Zerowaste Mengubah kebiasaan memang bukan hal yang mudah ya. Apalagi bila sudah bertahun-tahun. Namun ternyata bisa juga lho kalau sudah ada niat yang kokoh dari dalam. Seperti saat belajar zerowaste ini. Hal yang masih sulit bagi saya adalah konsisten membawa tas sendiri saat pergi. Bagi ibu bekerja di luar rumah seperti saya biasanya saat ke luar rumah saya sekalian berbelanja. Namun sayang saya kadang lupa tidak membawa tas tambahan. Alhasil saya pun menyimpan belanjaan saya di dalam tas rangsel. Namun saya berupaya untuk tetap belajar zerowaste. Beberapa kebiasaan yang mulai saya upayakan dillakukan rutin adalah mencuci menggunakan lerak untuk mencuci baju dan piring, menyisihkan kulit jeruk untuk dibuat natural cleanser, dan menyisihkan sampah plastik. Untuk resep natural cleanser saya bahas nanti di tulisan berikutnya ya. #belajarzerowaste